Trouble Is A Friend

Trouble he will find you, no matter where you go, oh oh No matter if you’re fast, no matter if you’re slow, oh oh The eye of the storm or the cry in the morn, oh oh You’re fine for a while but you start to lose control…

Lirik lagu Lenka itu seolah mendeskripsikan kondisi saya saat ini. Masalah, ah, ia memang selalu datang meski tanpa diundang. Selalu menghampiri tanpa dicari. Tak peduli kita santai atau cepat, dia akan selalu ada dan menginterupsi hari-hari kita.

Sudah sering saya mendengar orang mengeluh. Merasa bahwa dunia ini tak cukup adil baginya. Merasa bahwa beban hidup terasa terlalu berat untuk dipikulnya. Merasa bahwa hidup ini tak ada gunanya. Di manakah letak keadilan itu?

Jika pikiran itu sudah merasuki, emosi sering tidak terkendali. Kesal, marah, geram, dan serangkaian perasaan lainnya yang memicu ketidakstabilan jiwa muncul dengan sendirinya. Tak tertahankan. Ingin rasanya berteriak sekencang-kencangnya, menggebrak meja, melempar kursi, memecahkan kaca, atau bahkan menampar pipi sendiri untuk sekadar meluapkan gejolak di dada.

Bagi seorang pria yang sudah cukup umur seperti saya, menikah sudah pasti menjadi idaman. Mencintai orang yang mencintai kita, menjalin hubungan yang diridlai, membina rumah tangga, dan mendapatkan keturunan yang saleh dan salehah, siapa tak mau? Orang bijak bilang, menikahlah sebelum mapan karena setelah menikah kamu akan menjadi kaya. Menikahlah jika sudah merasa mampu, untuk menghindari fitnah. Menikahlah karena itu akan membuat hidupmu lebih berkah. Menikahlah.. dan menikahlah!

Orang bijak itu memang ada benarnya. Maka, tak sedikit orang yang bersungguh-sungguh untuk menikah. Namun, tak sedikit juga saya mendengar kegelisahan mereka menjelang pernikahan. Kebanyakan masalah finansial. Banyak di antara mereka yang pusing tujuh keliling hanya untuk menyiapkan resepsi pernikahan yang bisa menghabiskan gaji mereka selama berbulan-bulan, bahkan mungkin dalam hitungan tahun. Hanya untuk melangsungkan pesta pernikahan yang hanya satu hari!

Saya sudah mencoba menghindari masalah itu.

Sebagian gaji selama beberapa tahun bekerja saya sisihkan untuk keperluan itu. Beberapa keinginan saya untuk membeli sesuatu, saya tahan. Bahkan, untuk sekadar membeli HP atau gadget baru pun saya urungkan, meski saya punya cukup uang untuk itu. Semuanya saya persiapkan untuk menghindari masalah finansial menjelang pernikahan yang akan tiba dalam waktu beberapa minggu ke depan.

Saya pun bersyukur karena impian saya untuk membiayai pesta pernikahan dengan uang sendiri hampir terwujud. Saya tak perlu meminta bantuan orang tua, saudara, ataupun kerabat. Saya juga tak perlu pinjam sana-sini hanya untuk melangsungkan pesta pernikahan yang konon bisa menelan berpuluh-puluh juta bahkan hingga ratusan juta rupiah itu.

Namun, seperti kata Lenka, trouble will find you no matter where you go. Terhindar dari satu masalah, bukan berarti terlepas dari masalah lainnya. Ketika finansial sudah bukan masalah, timbullah masalah lainnya, yaitu menyamakan persepsi mengenai tempat dan acara pernikahan.

Saya memahami, betapa sulitnya memosisikan diri sebagai orang lain. Sering kali, kita merasa benar dan orang lain salah. Selogis apa pun penjelasan yang diberikan orang lain akan selalu salah dalam pandangan kita. Seburuk apa pun pandangan orang lain terhadap kita, kita selalu merasa paling bijak. Kita berpikir, kenapa orang lain begitu bodoh untuk bisa mengerti pandangan kita. Namun tanpa kita sadari, betapa bodohnya kita untuk bisa memahami orang lain.

Menikah memang bukan hanya menyatukan dua kepala, tetapi juga dua keluarga. Sudah pasti, banyak potensi konflik yang akan muncul. Masalah mengintai di depan mata, bahkan ketika kita dalam kondisi tidak siap.

Namun, masalah bukan untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi. Tidak ada masalah tanpa penyelesaian. Yakinlah, masalah ini tidak membuat kita terpuruk, justru akan membuat kita lebih kuat dari sebelumnya. Nikmati, hadapi, dan yakinlah, semua akan baik-baik saja. Sebab masalah bukanlah musuh kita, melainkan teman kita. Ya, trouble is a friend.

ceps

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s