Indahnya Taaruf

Kamu cantik sekali sore itu. Wajahmu cerah meski langit tertutup awan mendung. Senyummu mengembang, indah sekali. Balutan jilbab ungu semakin memancarkan pesonamu dari dalam. Untuk pertama kalinya, kala itu kita berjumpa. Hatiku berbunga-bunga. Ah, lebay memang, tapi begitulah adanya.

Meski didampingi mahram masing-masing, pertemuan itu terasa begitu menyenangkan. Sebab, itu membuat kita bisa menjaga diri dengan tetap membangun kedekatan. Sesekali aku menatapmu, begitu pun dirimu. Ketika pandangan kita beradu, kamu tersipu malu, seperti halnya diriku.

Kamu tak banyak bertanya soal kepribadianku. Entah karena kau yakin diriku bisa membuatmu nyaman, atau karena canggung sebab baru pertama berjumpa. Aku tak bisa menerka-nerka, apalagi berspekulasi. Aku pun begitu. Tak banyak yang kupertanyakan padamu. Hingga kita lebih banyak diam, meski kuyakin, hati kita saling berbicara. Continue reading

Advertisements

Untukmu Yang Memiliki Senyum Manis

Untukmu yang memiliki senyum manis. Yang kecantikannya selalu terpancar tanpa harus dipamerkan.

Aku tahu, kamu ada di sana merindukanku, seperti halnya diriku yang merindukanmu di sini. Aku tahu kau gelisah sebagaimana diriku. Aku yakin, kau menunggu saat-saat pertemuan kita yang indah nanti.

Tahukah kamu, aku selalu menyebutmu dalam setiap untaian doa yang kupanjatkan. Aku terus berupaya menjaga hati ini agar tidak tergoda hati yang salah. Kucoba terus menahan gejolak ini agar tak tercurahkan pada tempat yang tidak semestinya.
Continue reading

Pria dan Wanita

Maha Besar Allah yang telah menciptakan kehidupan ini berpasang-pasangan. Termasuk di antaranya pria dan wanita. Keduanya ditakdirkan untuk hidup berpasangan. Keduanya saling membutuhkan karena masing-masing tidak sempurna. Keduanya saling melengkapi karena masing-masing punya kekurangan. Keduanya saling mengisi karena masing-masing tidak utuh.

Pria dan wanita diciptakan dengan segala keunikan dan kekurangannya masing-masing. Pria ada untuk melindungi wanita. Wanita ada untuk mendukung pria. Pria ada untuk mengayomi wanita. Wanita ada untuk memberikan penghargaan pada pria. Pria ada untuk memberikan perhatian pada wanita. Wanita ada untuk memberikan kasih sayang pada pria. Pria ada untuk menjamin rasa aman bagi wanita. Wanita ada untuk memberi kepercayaan pada pria. Continue reading

Sebuah Doa

Ya Rabb…

Jika dia baik untuk agamaku, duniaku, dan akhiratku, dekatkanlah. Pertemukan kami dengan cara-Mu. Mudahkan semua prosesnya. Mantapkan hatiku untuk memilihnya, dan mantapkan hatinya untuk memilihku. Satukan kami dalam ikatan suci yang Engkau ridai. Semoga dengan bersamanya, aku lebih dekat dengan surga-Mu.

Jika tidak, jauhkanlah.

Amiin..

Tentang Dia

Dia lebih banyak diam. Hanya sesekali tersenyum atau tertawa. Dia lebih suka menunjukkan perilaku ketimbang berkata-kata. Sebab ia tahu, orang tak akan pernah mengerti bahasanya.

Ia tak suka mengeluh. Yang ia lakukan hanyalah membuat orang senang. Baginya, itu sudah lebih dari cukup. Meski orang kadang tak selalu memberinya penghargaan.

Berkarya adalah gairahnya. Ia terus berusaha melakukan yang terbaik. Tak peduli orang suka atau tidak dengan karyanya itu. Ia hanya ingin membuktikan bahwa dirinya punya sesuatu untuk diberikan.

Namun ia tak mengerti, kenapa apa yang diberikannya tak sebanding dengan apa yang didapatnya. Padahal kata orang, kita akan mendapat lebih banyak ketika telah memberi banyak.

Tapi biarlah. Ia tak peduli soal itu. Ia hanya ingin menghibur dan membuat orang senang. Kini, sudah saatnya ia kembali bekerja dan berkarya.

Ia pun bergegas mengambil perlengkapannya di perempatan lampu merah, ditemani tuannya yang berkali-kali memanggilnya..

SARIMIN PERGI KE PASAR..!!!

ceps