Berkreasi dengan Produk Lokal

Sepasang sepatu diambilnya dari sejumlah pasang sepatu putih nan polos yang dibiarkan berjejer di atas sebuah rak. Tangan kirinya mencengkeram sepatu, sementara tangan kanannya memegang kuas layaknya memegang alat tulis. Kuas tersebut dicelupkannya ke dalam wadah yang dipenuhi cat berwarna, lalu digoreskannya di atas permukaan sepatu.

“Perlu ketekunan dan kesabaran untuk melukis sepatu ini dengan baik,” ujar Karya Mulyana (27), seorang perajin sepatu lukis, sambil sekali-kali mengangkat dan menurunkan sepatu tersebut untuk melihatnya dari berbagai segi. Dalam waktu kurang dari satu jam, sepasang sepatu putih polos tersebut disulapnya menjadi sepatu lukis yang artistik.

Keberadaan Kota Bandung sebagai pusat kreativitas membuat Karya dan kakaknya, Iik Depi Hermawan (29), melirik sepatu lukis sebagai ladang mereka untuk mengais rezeki. Dengan modal awal Rp 500.000, pada Desember 2008, mereka memutuskan untuk membuka Toko Sepatu Lukis Bandung yang kini berlokasi di Jln. Rajawali Barat 39 itu.
Tren sepatu lukis atau sneaker sebenarnya sudah ada sejak tahun 1990-an. Pada awalnya, sneaker berasal dari negeri Paman Sam dan mulai masuk ke Indonesia sekitar 2006. Saat ini, sepatu lukis sudah mulai digandrungi sebagian besar anak muda dan menjadikannya sebagai gaya hidup.

Konsep sepatu lukis berbeda dengan bordir ataupun desain komputer. Sebab, gambar pada sepatu lukis dibuat langsung dengan tangan. Oleh karena itu, dengan sedikit sentuhan kreativitas dari tangan berbakat seperti karya, sepasang sepatu polos bisa dibuat menjadi sepatu artistik yang penuh gambar dan warna.

Walaupun bukan yang pertama kalinya mendirikan bisnis sepatu lukis di Bandung, Karya mengatakan bahwa produknya memiliki keunggulan dibandingkan dengan produk-produk lain yang sejenis. Selain merupakan produk lokal, produk-produk sepatu lukisnya memiliki pengemasan yang baik.

“Sepatu-sepatu (polos) ini diperoleh dari Cibaduyut. Kami menggunakan cat akrilik dan melakukan finishing dengan dipernis. Jadi, warna sepatu lebih cerah dan lebih awet,” kata lulusan pendidikan mesin dari salah satu universitas negeri di Bandung itu.

Model sepatu lukis yang ditawarkannya sangat bervarisasi. Di antaranya adalah gambar kartun, bunga, batik, graffiti, binatang, dll. Bahkan, Karya menambahkan, foto pemesan sepatu bisa dibuat menjadi lukisan. “Kami menyediakan berbagai model. Tetapi jika pemesan mempunyai desain sendiri, kami bisa melukiskannya,” tuturnya.

Dari berbagai model yang ditawarkan, Karya mengatakan bahwa model yang paling banyak dipesan adalah model kartun dan binatang. Hal ini disebabkan pemesan pada umumnya adalah remaja wanita. Namun, dia menambahkan, pemesan dari kalangan laki-laki juga tidak sedikit.

“Biasanya mereka memilih model graffiti atau gothic,” katanya.
Rina (17), salah seorang pelanggan, mengaku senang dengan model kartun. “Gambarnya lucu dan unik. Udah gitu, temen-temen banyak yang pake,” ujar siswi salah satu sekolah menengah kejuruan di Bandung itu.

Harga sepasang sepatu lukis di toko tersebut berkisar antara Rp 90.000-Rp 150.000, bergantung pada desain dan kerumitan gambar. Jika membawa sepatu sendiri, pemesan hanya dikenakan biaya melukis. “Biaya yang dikenakan untuk melukis saja, berkisar antara Rp 50.000-Rp 90.000,” ujarnya. Selain sepatu, Karya juga menawarkan produk-produk lain berupa tas, topi, dan sandal.

Untuk memasarkan produknya, Karya membuka situs online http://www.sepatulukisbandung.co.cc yang kini dikelola kakaknya. Dia mengatakan, bisnis online memungkinkan produknya dikenal seluruh masyarakat dari berbagai pelosok nusantara bahkan mancanegara.

Saat ini, tokonya sudah memiliki banyak agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Di antaranya terdapat di Padang, Palembang, Tanatoraja, Cirebon, Purbalingga, Bali, Samarinda, dan Timika, Papua.
Lalu mengapa dia memilih sepatu lokal sebagai bahan dasar produknya? “Selain harganya terjangkau semua kalangan, kami juga ingin membuktikan bahwa produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk asing,” ujarnya. (Cecep Wijaya Sari)

One thought on “Berkreasi dengan Produk Lokal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s