I Love You Full

Aku mencintaimu. Aku menyayangimu. Aku tidak tahu kata-kata apa yang pantas untuk mengungkapkan perasaanku padamu. Dan aku pun yakin kau juga merasakan hal yang sama. Bahkan lebih dariku. Walaupun kita jarang saling mengungkapkannya.

Aku beruntung bisa memilikimu dan menjadi bagian dari hidupmu. Bagiku kau adalah matahari yang menerangi hari-hariku. Kau adalah rembulan yang menghiasi setiap malamku. Kau bagai sepercik embun yang menyegarkanku di pagi hari. Kau laksana angin sejuk yang mengusir peluhku di siang nan terik.

Kau selalu memahamiku walaupun aku sering kali tidak mengerti jalan pikiranmu. Kau bagai sehelai tisu yang menghapus air mataku walaupun aku sering mengecewakanku. Kau tak bosan menebar senyummu padaku walaupun aku kerap bermuka masam padamu.

Aku sadar, kehidupan terus berjalan laksana roda pedati yang berputar. Kita pun semakin terpisah ruang dan waktu, dan semakin jarang bersama melewati hari-hari nan indah seperti dulu. Namun aku yakin, cinta kita tidak akan pudar dimakan usia dan tak akan rapuh terkikis jarak. Karena hati kita akan tetap bersatu. Selamanya.

Tidak ada yang bisa menggantikanmu di dunia ini. Tidak ada yang bisa menyaingi ketulusan cintamu padaku. Tidak ada yang sanggup menerima segala kekuranganku seutuhnya selain dirimu. Dan tidak ada yang mampu menandingi segala pengorbananmu padaku.

Karena kau…. adalah IBUKU. Yang telah mempertaruhkan hidupmu untuk melahirkanku ke dunia ini.

Teruntuk IBUKU (Mamah), kuucapkan:
“SELAMAT HARI IBU”

Aku mencintaimu seutuhnya.

Dan Juga untuk pria perkasa yang selalu ada di sampingmu dalam suka dan duka,

AYAHKU (Apa).

Aku mencintai dan menyayangi kalian sepenuhnya.

Terima kasih telah membesarkan anakmu dengan segenap cinta dan kasih sayang yang tulus dan tak terhingga, sehingga aku bisa mengabadikan saat-saat yang penuh suka cita ini bersama kalian. Semoga persembahan kecilku ini sedikit membuat kalian tersenyum bangga.

Maafkan aku yang kurang bisa berbakti sepenuhnya pada kalian. Aku hanya bisa menengadahkan kedua tanganku dengan segenap kehusyukan hatiku pada-Nya. Karena hanya Dia yang mampu membalas semuanya.

Allohummagfir lii waliwalidayya warhamhuma kamaa rabbayani shagiiraa.

Ya Allah, ampunilah diriku dan kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil. Amin. (ceps)

Tulisan ini dibuat dalam rangka memperingati Hari Ibu, 22 Desember, dan telah kuberikan kepada kedua orang tuaku agar mereka membacanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s