Belajar Bahasa Inggris dengan Internet

MENDENGAR kata bahasa Inggris, mungkin sebagian besar pelajar di Indonesia merasa takut, ngeri, minder, dan sejenisnya. Soalnya, bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang di-UN-kan dan dianggap sulit selain Matematika. Tetapi bagaimana dengan internet? Saya yakin sebagian besar pelajar di negeri ini juga akrab dengan media yang satu ini. Terlebih dengan adanya situs pertemanan seperti Facebook, Twitter, dan MSN, yang membuat mereka betah duduk selama berjam-jam menatap layar komputer menembus batas ruang dan waktu. Nah, bagaimana kalau keduanya, yakni belajar bahasa Inggris dengan internet digabungkan? Tentu hal ini menarik, bukan?

Berdasarkan pengalaman saya, metode pengajaran konvensional seperti menulis di papan tulis, menerangkan materi, dan memberi tugas kepada siswa, akan membuat mereka cepat bosan dan tidak antusias dalam mengikuti pelajaran. Padahal, sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, pelajaran bahasa Inggris menuntut siswa untuk lebih aktif menerapkannya baik secara lisan maupun tulisan. Oleh karena itu, diperlukan media dan metode pengajaran yang dapat memfasilitasi siswa untuk mencapai tujuan kurikulum tersebut. Pengajaran dengan menggunakan media internet adalah salah satu metode yang cukup efektif untuk mengasah pengetahuan dan melatih keterampilan siswa dalam berbahasa Inggris.

Berbicara tentang keterampilan berbahasa, termasuk bahasa Inggris, kita tidak akan terlepas dari empat hal, yaitu membaca (reading), menulis (writing), mendengarkan (listening), dan berbicara (speaking). Apabila siswa telah menguasai empat hal tersebut dengan baik, saya yakin hal ini tidak hanya dapat mewujudkan tujuan KTSP, tetapi juga akan mencetak para pelajar yang siap bersaing di dunia global. Lalu bagaimana internet dapat membantu mewujudkannya?

Seiring bertambahnya pengguna internet di Indonesia, tidak mustahil apabila semua sekolah memiliki jaringan internet. Dengan adanya jaringan internet di sekolah, para guru akan mudah mengakses berbagai situs penunjang pengajaran bahasa Inggris dan menerapkannya di ruang kelas. Mereka bisa memilih dan men-download bahan-bahan ataupun artikel-artikel yang berhubungan dengan materi yang sedang diajarkan. Misalnya, dalam situs http://www.h2te.depdiknas.go.id yang merupakan hasil kerja sama Depdiknas dengan British Council, para guru dapat mengadopsi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai. Hal ini selain memudahkan guru mendapatkan sumber materi, para siswa juga akan tertarik karena media yang digunakan sudah biasa mereka pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk melatih keterampilan reading (membaca) siswa misalnya, para guru bisa memutar program yang terhubung dengan situs British Council dan menampilkannya melalui LCD yang terpasang di depan kelas. Dengan program ini, siswa dapat membaca teks tentang sebuah cerita sambil menyimak visualisasinya. Di sana, siswa bisa membaca sambil mendengarkan cerita yang dituturkan dalam bahasa Inggris. Setelah program tersebut selesai dimainkan, guru bisa menguji sejauh mana pemahaman mereka melalui beberapa pertanyaan. Hal ini akan lebih mudah dicerna siswa daripada memberikan mereka sebuah teks langsung dalam bentuk kertas yang juga diikuti dengan beberapa pertanyaan. Beberapa menit saja dahi mereka pasti mulai berkerut!

Melatih kemampuan membaca dengan media audiovisual

Untuk melatih kemampuan mendengarkan (listening), para guru juga bisa men-download materi yang sedang dibahas. Misalnya dari situs http://www.eslpod.com, http://www.esl-lab.com, National Geographic Channel ataupun Discovery Channel. Saya pernah mencoba menerapkan hal ini di ruang kelas, yakni memutar film dari Discovery Channel tentang seekor hiu, kemudian saya meminta siswa untuk menuliskan apa saja yang mereka tangkap setelah melihat dan mendengarkan film yang berdurasi sekitar tiga menit tersebut. Anda tahu bagaimana hasilnya? Luar biasa! Ternyata, beberapa siswa mampu menuliskan hampir seluruh informasi yang dipaparkan dalam film tersebut, bahkan mereka mampu menuliskan kata-kata yang saya anggap masih asing untuk pelajar seusia mereka. Dengan metode seperti ini, mereka tidak hanya berlatih aktif mendengarkan (listening) tetapi juga menulis (writing).

Salah satu situs untuk belajar listening (www.eslpod.com)


Keterampilan menulis siswa dalam bahasa Inggris, tidak terlepas dari penguasaan struktur dan grammar yang baik. Sayangnya, saya yakin semua orang mengakui, mempelajari struktur suatu bahasa adalah hal yang paling membosankan di dunia ini, apalagi bagi para siswa yang sedang dalam masa asik-asiknya bermain. Namun, apabila hal ini disampaikan melalui media yang lebih kreatif, ceritanya akan berbeda. Buktinya, hampir semua pelajar suka atau paling tidak mengenal lagu-lagu barat yang notabene berbahasa Inggris. Nah, dengan bantuan internet, siswa akan merasa tertantang untuk mempelajari struktur bahasa lebih jauh, bahkan mereka akan penasaran sebelum benar-benar menguasainya. Lalu bagaimana caranya?

Hal ini bisa dilakukan dengan menampilkan materi dari software pembelajaran interaktif bahasa Inggris di ruang kelas yang materinya dapat di-update melalui internet. Misalnya software Learn to Speak English ataupun Tell Me More. Dengan software tersebut, siswa dapat menyimak penjelasan tentang grammar yang dikemas melalui cerita audiovisual. Contoh penggunaan software tersebut dapat dilihat pada gambar berikut (klik gambar untuk memperbesar):

belajar grammar lewat Tell Me More

Pada gambar tersebut dijelaskan tentang penggunaan “will” dan “to be going to” untuk mengungkapkan kejadian di masa yang akan datang, yang disajikan dalam bentuk cerita. Hal ini tidak hanya membuat siswa tertarik menyimak cerita tersebut, tetapi juga mendorong mereka untuk menggunakan panca indera mereka secara lebih aktif dalam menyimak pelajaran. Apabila guru merasa siswa telah menguasai tata bahasa inggris dasar (basic grammar), mereka juga bisa menguji seberapa mahir para siswa dalam menuangkan gagasan mereka dalam bahasa Inggris.

Keterampilan berbicara (speaking) adalah hal yang paling dituntut dalam penguasaan bahasa Inggris. Sebab, pada saat ini bahasa Inggris digunakan untuk komunikasi secara aktif. Oleh karena itu, siswa perlu dilatih agar memiliki keterampilan yang satu ini dengan baik. Hal ini juga akan lebih menarik jika para guru menggunakan media audiovisual di ruang kelas. Untuk menerapkannya, saya pernah menggunakan permainan role play, di mana siswa dilatih aktif bermain peran secara berkelompok sesuai dengan instruksi yang saya berikan. Siswa akan lebih memahami bagaimana memainkan role play tersebut, apabila guru memberikan model berupa tayangan audiovisual seperti yang terdapat pada software Tell Me More ini.

Melihat contoh role play melalui multimedia

Dialog interaktif melalui multimedia

Pada gambar di atas, siswa dapat melihat ungkapan-ungkapan apa saja yang dapat digunakan ketika membuat janji dengan seseorang. Kemudian, mereka bisa menerapkannya melalui permainan role play tersebut. Untuk melatih keterampilan siswa secara individual, guru juga bisa membantunya dengan menggunakan software tersebut, di mana siswa dapat merespons (berbicara) secara langsung melalui mikrofon untuk melangsungkan pembicaraan. Dengan demikian, keterampilan berbicara siswa akan semakin terasah karena mereka terlibat secara langsung.

Selain beberapa hal yang saya ungkapkan di atas, masih banyak lagi manfaat internet yang bisa kita terapkan dalam pembelajaran bahasa Inggris di ruang kelas. Bahkan, saat ini British Council telah membuka program Montageworld yang dapat menghubungkan semua sekolah ke internet. Dengan program tersebut, para siswa dari seluruh dunia dapat berkomunikasi dan belajar bersama. Di Indonesia, baru beberapa sekolah saja yang menerapkan program ini. Ke depan, saya mengharapkan semua sekolah di Indonesia termasuk yang terdapat di daerah-daerah, dapat memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan menyenangkan. Kalau bermain saja bisa menyenangkan, kenapa belajar tidak? Maju terus pendidikan Indonesia!

Keterangan:
Gambar-gambar di atas merupakan screenshot dari situs-situs ataupun software terkait.

7 thoughts on “Belajar Bahasa Inggris dengan Internet

  1. Somtimes,we not confident to speak english caused less more of vacabulary..
    Do you have tips for lear/remember vocab??

  2. Pingback: 2010 in review « Here is the story…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s