Ah, Tidak…

Iduladha kali ini terasa berbeda dari biasanya. Bukan karena tidak kebagian sate ataupun tidak dapat THR, tapi kali ini aku tidak bisa merayakannya di kampung halaman bersama orang tua. Biasanya, aku selalu merayakan Lebaran baik Idulfitri maupun Iduladha di kampung halaman. Tidak pernah terlewatkan. Tapi sekarang, karena tuntutan pekerjaan, aku tidak bisa pulang kampung.

Ya, ini kali pertamaku merayakan Lebaran Iduladha di luar kampung halamanku. Jika biasanya, di kampung, aku bersama orang tua mengunjungi nenek lalu berziarah ke makam setelah salat Id, kali ini aku hanya berdiam di rumah kakakku dan sesekali menyaksikan penyembelihan hewan qurban. Jika biasanya, di kampung, setelah penyembelihan qurban, kita langsung bakar-bakar sate, kali ini aku bahkan tidak kebagian satu tusuk pun karena sebelum pengurusan qurban selesai, aku harus kembali ke kosan untuk siap-siap kerja sore harinya. (Lho, katanya bukan karena ga kebagian sate.. )

Sekitar jam setengah dua siang, aku pamit ke kakakku untuk pulang ke kosanku di daerah Caringin. Seperti biasa, aku naik bis Trans Metro Bandung (TMB) dari Cibiru ke Caringin. Jauh-dekat ongkosnya sama, Rp 3.000. Bahkan untuk pelajar dan mahasiswa ongkosnya hanya setengahnya. Begitu masuk bis, aku selalu menuju tempat duduk di pojok kanan belakang. Selain bebas melihat pemandangan di luar, posisi itu juga sangat mendukung untuk tidur terlelap dan tiba-tiba sampai di tempat tujuan. Perjalanan sekitar 45 menit pun tidak terasa. Dan benar saja, setelah kupasang earphone dan mendengarkan mp3 lagu-lagu easy listening, sekitar 4-5 menit saja, aku sudah dalam kondisi setengah sadar, terkantuk-kantuk, dan akhirnya tertidur.

Untungnya, aku tidak pernah tertidur sampai melewati shelter Caringin. Kalau terlewat, aku harus berhenti di shelter berikutnya (Holis) yang waktu tempuhnya kurang lebih sepuluh menit. Artinya aku butuh waktu 2×10 menit untuk kembali ke daerah Caringin lagi. Dengan kata lain, aku kehilangan waktu 20 menit gara-gara ketiduran. Di shelter Leuwipanjang biasanya aku sudah terbangun kemudian siap-siap untuk turun, karena shelter berikutnya adalah Caringin.

Beberapa meter lagi menuju shelter, aku mematikan mp3 playerku dan bergerak mendekati pintu keluar. Setelah sampai, aku langsung turun dengan perasaan segar setelah tidur pulas selama perjalanan . Sambil berjalan menuju kosan, seperti biasa kuraba-raba saku celanaku untuk memastikan semua barangku masih di sana. Saku depan kiri; handphone, saku depan kanan; uang receh, mp3 player. Saku belakang; dompet. Semua aman. Ah, tapi sepertinya ada yang kurang. Kucoba raba lagi satu per satu… handphone, uang receh, mp3 player, dompet… semua am.. ah tidak. Kunci kostan!!!! (ceps)

One thought on “Ah, Tidak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s