Satu Jam Bersama Hari Mukti

Aku baru saja nonton acara Satu Jam Bersama Hari Mukti di TV One. Acara yang menurutku sungguh membawa inspirasi dan kesan tersendiri bagiku. Aku begitu terpana mendengar perjalanan kisah hidupnya. Betapa tidak, bagaimana mantan rocker papan atas sekelas Hari Mukti kini menjadi seorang dai atau ustaz yang sehari-harinya diisi dengan berdakwah.

Dia menggambarkan bagaimana dirinya dulu berjuang dan berlatih keras untuk menjadi seorang rocker. Tak tanggung-tanggung, dia berlatih delapan jam sehari di berbagai medan; di jalan, di sela-sela kereta api yang melintas, di bis, dll. hasilnya, dia menjadi rocker yang tiada tandingannya, menurut dia saat itu.

Saat-saat paling mengharukan adalah ketika sang host menanyakan orang yang paling mempengaruhi perubahan jalan hidupnya. Dia menceritakan bahwa orang tersebut (maaf, namanya lupa :D)sangat berjasa. ketika dia belum selesai bercerita, orang yang dimaksud secara mengejutkan muncul di hadapan Hari. Tak pelak, air mata pun berlinangan dari kedua sahabat itu.

Hari mengatakan bahwa dia termasuk salah seorang yang berjasa dalam perubahan hidupnya. Betapa tidak, di saat orang lain menawarkan untuk rekaman, manggung, atau mengorbitkan dirinya, orang tersebut malah mengajarinya tentang Islam, rukun iman, qada dan qadar, dsb. Lama kelamaan, Hari pun berpikir bahwa orang tersebut ada benarnya. Mulai saat itulah dia memutuskan untuk mempelajari Islam lebih dalam dan meninggalkan kebiasaannya dulu.

Selain dengan orang tersebut, Hari juga dipertemukan dengan dua sahabatnya yang lain sesama rocker, yaitu Ikang Fauzi dan Kadri. Mereka sudah puluhan tahun tidak bertemu namun masih menunjukkan keakrabannya di layar kaca. Tak hanya itu, Hari pun sempat menyanyikan beberapa lirik dari lagu “Hanya Satu Kata”, yang pernah dipopulerkannya dulu. Walaupun dia memakai jubah hitam, lengkap dengan kopiah dan sorbannya, namun ketika dia menyanyi, semua penonton terpana dan hanyut di dalamnya.

Tak ketinggalan, istrinya pun tampil dengan berbalut jilbab hitam namun tetap anggun. Dia bangga memiliki suami seperti hari Mukti yang bisa membimbingnya ke jalan Ilahi. Baginya, harta bukanlah yang paling penting di dunia ini, melainkan sejauh mana ketundukan kita terhadap Allah SWT.

Kini, Hari memutuskan untuk mengisi hari-harinya dengan berdakwah, mengisi pengajian, dan memanfaatkan suara emasnya untuk memekik takbir dan menyebut asma-asma Allah untuk mengajak orang ke jalan yang benar. Sebuah jalan hidup yang dipilihnya ini tentu memiliki konsekuensi yang berat. Ketika sang host bertanya, “Apakah anda menyesal dengan pilihan hidup anda ini?” Hari dengan tegas menjawab, “Tentu tidak. Bahkan saya senang menjalaninya. Justru saya menyesal, kenapa jalan ini tidak saya ambil dari dulu.”

Dari kisah hidup seorang Hari Mukti, aku belajar betapa perubahan besar akan terjadi pada diri seseorang jika ia bertekad melakukannya dan sanggup menanggung segala konsekuensinya. Dengan kata lain, tidak ada yang tidak mungkin ketika kita benar-benar mengusahakannya. Dan yang lebih penting, kita harus berani mengambil keputusan. Sebab, keputusan-keputusan itulah yang akan menentukan siapa diri kita di masa yang akan datang. (ceps)

4 thoughts on “Satu Jam Bersama Hari Mukti

  1. subhanallah luar biasa. jujur aku ketinggalan menonton acara itu. cari2 di you tube belum ketemu juga. tapi denger cerita mas kayanya seru!

  2. Pingback: 2010 in review « Here is the story…

  3. saya cari2 di youtube gk nemu2 juga .. pengen banget liat
    apalagi yang katanya ketemuan sahabat lama, hari mukti dan mohamad kadri, kayaknya seru banget tuh liat beliau2 berdua bertemu dan duet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s