Labbaika Allahumma Labbaika…

SEKITAR pukul 3.00 pagi ini aku mengantarkan kakakku dengan isterinya yang mau berangkat haji ke Pangkalan TNI AU Sulaiman, Kopo. Sementara keluargaku yang lain berangkat dari Bojongsoang, rumah orang tua kakak iparku setelah semalam sebelumnya menginap di sana.

Tiba di Lanud, aku sempat bingung mencari-cari kakakku karena ratusan mungkin ribuan orang tumpah ruah di sana. Aku SMS menanyakan posisi kakakku. Sementara menunggu balasan, aku salat Subuh dulu. Tak lama kemudian, setelah salat Subuh selesai, aku pun bertemu dengan kakakku.

Aku langsung menyalami kakakku dan kakak iparku. Sesekali kupandangi kakakku. Wajahnya begitu cerah dan berseri seolah berkata bahwa pemilik wajah tersebut telah memiliki bahtera nan kokoh untuk mengarungi samudera kehidupan. Kakakku, salah seorang yang kukagumi dan patut menjadi referensi dalam mengisi lembaran kehidupanku kelak. Di usianya yang terbilang masih muda (31 tahun), kakakku telah dapat memenuhi panggilan Yang Mahakuasa untuk pergi ke “rumah”-Nya. Sepertinya, dia telah menemukan jati dirinya, kehidupannya, dan tujuan-tujuannya, sehingga dia dengan mudah menjalani hari-harinya ke depan bersama keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
kabah

Kakakku dan kakak iparku adalah pasangan yang serasi. Keduanya satu visi dan misi, sehingga mereka terlihat mampu mengatasi segala problema kehidupan. Bagi mereka, berkeluarga adalah ibadah. Mengurus anak adalah ibadah. Oleh karena itu, sebandel apa pun anak mereka, mereka hadapi dengan senyuman. Bagi mereka, anak adalah ladang pahala.

Setelah sekitar satu jam lebih menunggu kakakku dan kakak iparku berangkat, akhirnya sambil berdesak-desakan aku dan keluarga sempat melambaikan tangan kepada mereka, dan mereka pun membalasnya. Tak lama setelah itu, kakak iparku mengirimkan SMS, kira-kira bunyinya:

Para pengantar jemaah calon haji rela berdiri berjam-jam dan berdesak-desakan hanya untuk melambaikan tangan kepada calon tamu Allah. Syukron jazakumullah.

Luar biasa. Kakak iparku itu sungguh merasakan apa yang dirasakan orang-orang di sekitarnya. Aku pun sempat terharu sekaligus kagum membacanya. Bagiku SMS itu sungguh bermakna. Kini kakak dan kakak iparku telah terbang ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Semoga mereka kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji mabrur dan mabrurah. Amin… (ceps)

Untuk: A Ndang & The Iyul
ditulis 11 Nov 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s