Dicari, Istri Salehah

PAGI ini sepulang kegadisrja, sambil menunggu waktu sahur, aku menyalakan TV dan langsung panting di program Just Alvin Metro TV. Tayangan kali itu aku pikir menarik karena menghadirkan bintang tamu dua ustaz kondang, yakni Ust. Jeffry Al Bukhory dan Ust Yusuf Mansur, dengan mengangkat tema “Berdakwah dengan Hati”. Keduanya memiliki kesamaan, yakni pernah mengalami “masa suram” sebelum akhirnya mereka mendapatkan hidayah.

Dengan gaya penuturan yang mengalir, Ust. Jeffry menceritakan kisah hidupnya yang sangat kelam. Ia pernah menjadi pecandu narkoba tingkat tinggi, hidup di jalanan, dan keluyuran. Namun, proses itulah yang akhirnya mengantarkannya menjadi orang yang lebih baik. Yang aku ingat adalah ketika dia pergi umrah dan berdoa di multazam agar menjadi orang yang bermanfaat bagi Allah, bagi rasul-Nya, dan bagi umat. Jika tidak demikian, lebih baik Allah mencabut nyawanya. Tampaknya doanya terkabul. Sekarang dia menjadi orang yang konsisten di jalan dakwah.

Ust. Yusuf Mansyur pun menceritakan pengalaman hidupnya yang tak menentu sebelum akhirnya dia mendalami Islam. Dia punya hutang milyaran rupiah yang menjebloskannya ke penjara sampai dua kali. Namun, di penjara itulah akhirnya dia menemukan jalan hidupnya. Di dalam penjara dia merenungi hidupnya selama ini dan bagaimana mengubahnya menjadi lebih baik. Keluar dari penjara, dia sudah hapal 4 juz Al Quran. Saat ini, dia gempar mengusung aksi sedekah.

Menjelang sesi akhir, keduanya duduk berdampingan. Saling berbagi dan berkomentar atas pertanyaan-pertanyaan sang host, Alvin Adam. Senang sekali melihat kedua ustaz itu saling bercanda dan mendukung pernyataan masing-masing. Tidak terlihat sedikit pun di raut wajah mereka yang menunjukkan rasa iri akan popularitas masing-masing. Keduanya kompak markompak. Alhamdulillah.

Di sesi akhir, istri masing-masing dipanggil untuk mendampingi suami masing-masing. Keduanya anggun berbalut jilbab rapi. Keduanya duduk di samping suami masing-masing. Mereka menceritakan bagaimana perlakuan sang suami kepada mereka dan juga keluarga. Mereka tidak mengeluh akan kesibukan suami mereka berdakwah di luar, karena hal itu juga merupakan bentuk ibadah mereka. Kata-kata yang cukup menyentuh diucapkan oleh Ust. Jeffri kepada isterinya, “Mau sama-sama di dunia tapi berpisah di akhirat, atau mau berpisah sebentar di dunia kemudian bersama-sama selamanya di akhirat?” Subhanallah, luar biasa.

Suatu hari nanti, aku ingin memiliki isteri yang cantik, salehah, pintar, dan juga cukup secara materi. Wah, banyak banget ya kriterianya? Iya donk, criteria harus tinggi. Tapi yang pasti, aku mendambakan isteri yang bisa mendukung aktivitas suami, tentunya di jalan dakwah dan syiar Islam. Amiin… (ceps)

One thought on “Dicari, Istri Salehah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s