“Online” Pertama Begitu Menggoda…

net

Siang malam ku selalu

Menatap layar terpaku

Untuk online online

Online online…

KUTIPAN lirik lagu dari Saykoji tersebut tampaknya sangat mencerminkan fenomena masyarakat dunia saat ini. Perkembangan media informasi dan teknologi yang begitu pesat memungkinkan setiap orang untuk betah duduk selama berjam-jam menatap layar komputer melalui media internet. Betapa tidak, dengan munculnya berbagai situs jejaring sosial, seperti Facebook, Friendster, Twitter, dll., setiap orang dapat dengan mudah berhubungan dengan orang-orang di sekitar mereka ataupun dengan orang-orang baru tanpa mengenal batas jarak, ruang, dan waktu. Tidak hanya itu, melalui media ini, setiap orang bisa mengakses informasi apa pun yang mereka inginkan bahkan juga mengais rezeki hanya dengan mengklik ataupun menekan tombol “enter”. Sungguh sesuatu yang luar biasa dan diluar nalarku, terutama ketika pertama kalinya aku mengenal produk teknologi yang bernama internet ini.

Internet adalah suatu jaringan komputer yang terhubung satu sama lain sehingga dapat diakses oleh setiap orang dari berbagai penjuru dunia. Pengetahuan ini aku dapatkan ketika duduk di bangku kelas II SMA. Pada saat itu, aku mengikuti suatu pameran pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolahku. Salah seorang pembicara pada pameran itu menunjukkan salah satu situs yang berisi rentang waktu yang bergerak dari kanan ke kiri, sementara di tengahnya sesekali muncul nama-nama kota, peristiwa, dan tokoh bersejarah. Rentang waktu tersebut berupa angka-angka tahun yang menggambarkan periode penting yang sangat bersejarah bagi peradaban manusia. Ketika pembicara itu mengklik salah satu angka tahun, lalu secara ajaib muncullah berbagai informasi tentang sejarah dunia lengkap dengan peta tempat peristiwa bersejarah itu terjadi. Kemudian, dia menunjukkan situs-situs internet yang berhubungan dengan situs tersebut untuk menggali informasi lebih dalam. Sungguh luar biasa, pikirku. Hanya dengan sekali klik, berbagai informasi menarik bisa kita dapatkan tanpa harus repot mencari buku-buku yang terkadang sulit diperoleh.

Belum sempat rasa kagumku hilang, pembicara tersebut menunjukkan bagaimana kita bisa berhubungan dengan orang di seluruh dunia melalui fasilitas chatting MIRC. Pertama-tama, dia menunjukkan cara membuat ID, mencantumkan e-mail, memilih chat room, baru kemudian memilih daftar nama yang akan diajak chatting. Tidak puas dengan para user yang berasal dari Indonesia, pembicara itu juga melakukan chatting dengan user yang berasal dari luar negeri. Aku semakin terpana dibuatnya. Sayang sekali, waktu yang tersedia sangat terbatas sehingga aku tidak dapat sepenuhnya menghilangkan rasa penasaranku pada dunia yang baru kukenal itu. Akhirnya, aku mencari ide untuk bisa menguasai sumbangan besar teknologi itu.

Walaupun pada saat itu aku bahkan belum mengenal komputer, aku berusaha agar dapat mengakses internet sehingga rasa penasaranku bisa terobati. Karena pada saat itu teman-temanku yang lain pun belum banyak yang menguasai internet, akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti kursus internet yang terletak di seberang sekolahku agar bisa menggali ilmu secara lebih mendalam. Untuk mengikuti kursus tersebut sebanyak empat kali pertemuan, diperlukan biaya sebesar seratus ribu rupiah. Suatu harga yang cukup mahal bagiku saat itu. Apalagi, hanya empat kali pertemuan masing-masing selama dua jam. Akan tetapi, karena aku bertekad ingin menguasai internet dan aku yakin hal ini akan sangat bermanfaat bagiku, aku pun meminta uang kepada orang tuaku untuk mengikuti kursus tersebut. Syukurlah, orang tuaku berkenan memberiku sejumlah uang setelah aku menjelaskan fungsi dan manfaat internet.

Pada hari pertama kursus, aku mendapatkan pengetahuan seputar internet; sejarah, perkembangan di dunia, awal masuk ke Indonesia, dan fungsi serta manfaatnya. Pada hari itu juga aku belajar bagaimana menjelajahi dunia internet dengan cara browsing. Sang tutor menjelaskan teknik-teknik dasar browsing, seperti mengklik internet browser, yakni Internet Explorer (IE), menerangkan fitur-fitur IE, situs web, halaman web, dll. Kemudian dia memberiku sejumlah situs untuk dikunjungi dan menyuruhku mendapatkan banyak informasi darinya. Salah satunya adalah situs www.myquran.com. Di dalamnya aku menemukan berbagai tausiah, artikel, dan kisah teladan. Aku menelusurinya satu per satu dengan mengklik kata-kata dimana kursor berubah menjadi gambar tangan apabila diarahkan padanya. Aku mencoba menggali informasi sebanyak-banyaknya. Ingin mendapatkan informasi lain, aku pun mencoba mengunjungi situs lain. Kali ini www.pikiran-rakyat.com, situs salah satu surat kabar Jawa Barat. Aku sempat tercengang ketika melihat halaman yang berisi persis seperti edisi cetak koran tersebut yang kubaca pagi itu. Aku semakin tertarik untuk menelusuri halaman demi halaman pada situs tersebut dan juga pada situs-situs yang lain. Di tengah asyiknya menjelajahi dunia maya yang sarat informasi itu, tiba-tiba aku dikejutkan oleh gambar-gambar tidak senonoh yang muncul begitu saja di layar komputer. Aku pun memanggil tutorku yang sejak tadi membiarkanku berlatih browsing. Sembari tersenyum, dia mengingatkanku untuk mengklik tombol ”back” untuk menuju ke halaman web sebelumnya. Rupanya aku salah mengklik sehingga tersesat di situs yang lain.

Pada hari kedua, aku belajar cara membuat e-mail dan chatting. Hatiku berdecak kagum sekaligus bersyukur bisa mengenal dunia internet setelah mengetahui bahwa surat yang kita buat dapat terkirim dalam hitungan detik saja dengan menggunakan fasilitas e-mail. Demikian juga kita bisa berkomunikasi dengan semua orang dari seluruh pelosok dunia melalui fasilitas chatting. Aku pun mulai mengisi biodata pada form yang disediakan situs www.yahoo.com untuk mendapatkan e-mail. Setelah mencantumkan password dan mengisi kode verifikasi, sebuah e-mail akhirnya kudapatkan; nceeep@yahoo.com. Kemudian aku diajari melakukan chatting, kali ini dengan menggunakan fasilitas Yahoo Messenger. Pertama-tama, aku mengisi username dan password. Lalu, aku memilih chat room dari berbagai kota dan negara dan mulai berinteraksi dengan orang-orang di dunia maya. Ajaib, aku langsung mendapat respons dari mereka dan chatting pun mengalir dengan sendirinya. Pada awalnya, aku sempat pusing dengan istilah-istilah chatting yang sangat asing bagiku, seperti ”asl plz” yang berarti age, sex, location, please!, u1 atau you first, gtg atau going to go, dll. Namun, setelah diberi tahu oleh tutorku, aku mulai paham dan semakin larut di dalamnya.

Pada hari-hari berikutnya, aku dibiarkan berlatih sendiri oleh tutorku dan memanggilnya bila ada sesuatu yang belum aku pahami. Aku menggunakan kesempatan ini untuk mengunjungi berbagai situs, mulai dari situs berita, pengetahuan, teknologi, kreativitas, sampai hiburan. Aku pun menyimpan beberapa informasi penting yang aku dapatkan dari berbagai situs dalam floppy disk, sehingga aku bisa mendapatkan printout-nya. Tidak hanya itu, aku juga mencoba menggali informasi dan berbagi pengalaman dengan berbagai orang melalui fasilitas chatting. Melalui fasilitas tersebut, berbagai informasi yang semula hanya kudapatkan dari membaca buku, kali ini kuperoleh langsung dari orang-orang yang berasal dari berbagai negara itu. Beberapa istilah yang belum kupahami, langsung kutanyakan pada tutorku ataupun pada orang yang kuajak chatting. Dengan demikian, aku semakin kaya akan pengetahuan dan informasi.

Setelah mengetahui dasar-dasar internet, aku semakin mudah dalam mencari informasi dan mempelajari apa pun yang kubutuhkan dan kuinginkan. Ketika kuliah, aku sering mengakses internet untuk mendapatkan berbagai sumber dan referensi yang mendukung pembelajaranku. Bahkan setelah lulus kuliah pun, aku memanfaatkan teknologi internet untuk mencari lowongan pekerjaan, mendapatkan ide-ide membuka usaha, mengikuti berita terkini melalui situs http://www.detik.com, ataupun sekadar membuka akun Facebook untuk berinteraksi dengan sahabat-sahabat lama yang sudah jarang bertemu. Hasilnya, sangat membantu.

Pengetahuan internet akan sangat berguna bagi seluruh lapisan masyarakat. Tinggal bertanya pada ”Mbah” Google, apa pun yang kita cari bisa didapatkan dalam beberapa detik saja. Apabila seluruh rakyat Indonesia mengenal internet, bangsa ini akan semakin maju dan cerdas. Bagi Anda yang baru mengenal internet, semoga pengalamanku ini sedikit banyak memberikan inspirasi untuk lebih meningkatkan kemampuan Anda dalam menggunakan media internet demi menunjang kesuksesan Anda di masa yang akan datang. Bagi yang sudah mahir, semoga hati Anda terdorong untuk berbagi ilmu dan pengetahuan dengan mereka yang masih awam, sehingga kita bisa bersama-sama mencerdaskan dan memajukan bangsa kita. Bagiku, pengalaman online untuk pertama kalinya memang memberi kesan yang begitu menggoda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s