Yes, I Can

grateful3APABILA pada tulisan sebelumnya aku berbicara tentang kegagalan, kali ini aku akan berbicara tentang pencapaianku sejak SD sampai lulus kuliah, yang patut kusyukuri. Hal ini bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk memotivasi diri agar bangkit dari keterpurukan dan selalu optimistis memandang hari esok.

Beberapa pencapaian itu di antaranya adalah:
1. Juara Lomba Baris-Berbaris Tingkat SD
Pada saat itu, aku dipercaya sebagai komandan regu dan memimpin latihan. Selama kurang lebih satu bulan, aku dan kawan-kawan berlatih gerak jalan dan baris berbaris. Sebenarnya tidak banyak aturan yang kuketahui saat itu mengenai baris-berbaris. Yang kutahu adalah bagaimana menyamakan langkah agar pergerakan terlihat indah dan selaras. Itulah yang coba kufokuskan. Hasilnya, alhamdulillah. Regu yang mewakili nama sekolahku itu berhasil menjuarai lomba tingkat kecamatan, walapun hanya mendapat juara III.
2. Juara lomba mengarang antar-SD
Waktu itu aku duduk di kelas 5 SD. Aku dipercaya wali kelas untuk mengikuti lomba mengarang tingkat SD sekecamatan. Judul karangan ditentukan, yaitu: “Cita-Citaku”. Tanpa pengetahuan menulis yang cukup dan bahasa Indonesia yang baik dan benar, aku mencoba menumpahkan apa yang ada dipikiranku dan apa yang menjadi keinginanku kelak melalui guratan-guratan pena. Entah apa yang kutulis waktu itu, kalau tidak salah ingin menjadi dokter, biar bisa menolong orang sakit. Hasilnya, pada saat upacara bendera, kepala sekolah mengumumkan kepada semua siswa bahwa aku memenangi lomba mengarang itu, walaupun cuma juara II.
3. Berpidato dalam bahasa Inggris di panggung untuk pertama kali
Pada saat itu aku kelas 6 SD. Aku diminta berpidato pada acara penutupan pesantren kilat. Aku berpidato dalam bahasa Inggris yang berisi ucapan terima kasih kepada guru-guru, dan ungkapan kesan dan pesan selama kegiatan sanlat. Pada waktu itu, kedua orang tuaku juga hadir menyaksikan penampilanku.
4. Juara Kaligrafi
Kalau tidak salah, momen ini terjadi waktu aku kelas 1 SMP. Saat itu diadakan lomba kaligrafi tingkat remaja , dan aku berhasil mendapatkan juara ke-III. Sebuah piala dari kepala desa pun jatuh ke tanganku.
5. Mendapatkan nilai 10 untuk ulangan bahasa Inggris pertama
Momen ini terjadi waktu aku kelas 1 SMP. Aku berhasil meraih nilai 10 untuk ulangan bahasa Inggris pertama di SMP, dan merupakan nilai tertinggi di antara seluruh siswa kelas 1.
6. Meraih juara 1 di pesantren
Selain sekolah, aku juga mendalami ilmu agama di Pesantren Riyadlul Huda, Winduhaji, Kuningan. Pada tahun pertama aku mondok di sana, aku meraih juara pertama mengalahkan santri-santri lain yang tidak mengenyam pendidikan formal di sekolah.
Momen ini terjadi ketika aku kelas 2 SMP.
7. Meraih nilai NEM bahasa Inggris tertinggi pada pra-UAN SMP
Pada saat itu aku kelas 3 SMP. Aku berhasil meraih nilai bahasa Inggris tertinggi pada Pra UAN, kalau tidak salah 8,86, mengalahkan nilai siswa-siswa lain dari seluruh kelas 3.
8. Juara lomba pidato bahasa Inggris
Ini terjadi saat aku kelas 1 SMA. Aku berhasil mendapatkan juara 2 lomba pidato bahasa Inggris yang diselenggarakan sekolahku. Ini adalah pertama kalinya aku mengikuti lomba bahasa Inggris dan langsung mendapat juara. Juara 1 diraih oleh kelas 2.
9. Menjadi koordinator kegiatan English Forum
Jabatan ini dipercayakan padaku pada saat kelas 2 SMA. Aku bertugas mengkoordinasi kegiatan English Forum, salah satu ekskul di sekolahku, dan mempromosikannya kepada siswa baru.
10. Mewakili sekolah untuk lomba pidato bhs Inggris se-Wilayah III Cirebon
Saat itu aku kelas 2 SMA. Aku adalah salah seorang yang dipercaya guru bahasa Inggris (Ibu Iis) untuk mengikuti lomba pidato bahasa Inggris di Cirebon. Teks pidato aku buat sendiri dan waktu persiapan hanya satu minggu. Bagiku itu sangat mendesak, karena aku pun harus mengerjakan tugas sekolah yang lain. Saat itu aku gagal meraih juara, namun bagiku ini adalah sebuah kehormatan dan sebuah pencapaian tersendiri.
11. Menjadi konseptor MOS
Saat itu aku kelas III SMA. Di pesantren tempatku mondok diselenggarakan Masa Orientasi Siswa (MOS) SMA Garawangi selama tiga hari. Aku dipercaya menyusun acara dan konsep acara. Aku melakukannya dengan mengandalkan pengalamanku mengikuti pelatihan manajemen di sekolahku (SMA 2 Kuningan). Hasilnya, para peserta antusias dan acara berjalan sukses. Banyak siswa meminta perpanjangan hari.
12. Masuk UNPAD lewat SPMB
Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri adalah impian setiap siswa SMA. Saat itu aku memilih jurusan Sastra Inggris Unpad sebagai pilihan pertama dan aku berhasil meraihnya lewat jalur resmi SPMB. Kedua orang tua dan segenap keluarga besarku membanjiriku dengan ucapan selamat.
13. Meraih IP tertinggi di antara mahasiswa laki-laki pada tingkat I
Sebuah awal yang cukup baik kudapat pada semester awal kuliah. Di antara mahasiswa laki-laki yang satu jurusan, aku (dan seorang teman laki-lakiku) meraih IP tertinggi, yaitu 3,44.
14. Mengajar pertama kali di tempat les
Pada saat liburan kenaikan tingkat (tingkat I ke tingkat II), aku mencoba melamar sebagai guru bahasa Inggris ke Techno Ganesha, sebuah lembaga pendidikan di Bandung. Aku berhasil melewati proses seleksi. Ini pertama kalinya aku mengajar siswa yang usianya hanya terpaut 2-3 tahun denganku.

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s